JAGATRAYA

https://www.instagram.com/ahmadnurshodik/?hl=en

JAGATRAYA

5 Keutamaan Hari Jumat: Mulia dan Penuh Berkah

 

5 Keutamaan Hari Jumat:  Mulia dan Penuh Berkah

Bagi umat Islam, hari Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan. Ia adalah hari yang memiliki kedudukan sangat istimewa, penuh dengan keberkahan, dan sarat dengan peluang untuk meraih pahala serta ampunan Allah SWT. Hari ini bahkan disebut sebagai penghulu dari segala hari (sayyidul ayyam).

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ
"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia diwafatkan, pada hari itu ditiup sangkakala (tanda kiamat), dan pada hari itu pula terjadi kebangkitan. Maka perbanyaklah membaca shalawat atasku pada hari itu, karena shalawat kalian akan ditampakkan kepadaku." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah)

1. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdoa

Pada hari Jumat, terdapat suatu waktu dimana Allah SWT akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Rasulullah SAW menyebutkan tentang momen ini:

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
"Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu pasti ini, namun banyak yang berpendapat bahwa ia berada di antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesainya shalat Jumat, atau di akhir sore setelah Ashar.

2. Kewajiban Shalat Jumat
Shalat Jumat berjamaah adalah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki yang telah baligh, berakal, sehat, dan bukan musafir. Menunaikannya memiliki pahala yang besar, sementara meninggalkannya dengan sengaja tanpa uzur adalah dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ
"Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jumat, atau Allah akan mengunci mata hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai." (HR. Muslim)

3. Hari Pembeda dengan Umat Lainnya
Hari Jumat adalah anugerah dan hidayah Allah khusus untuk umat Islam. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللَّهُ عِيدًا لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ
"Sesungguhnya hari (Jumat) ini, Allah jadikan sebagai hari raya bagi kaum Muslimin. Barangsiapa yang hendak melaksanakan shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi." (HR. Ibnu Majah)

Ini adalah pembeda dari umat Yahudi (yang beribadah pada Sabtu) dan umat Nasrani (yang beribadah pada Minggu).

4. Pahala Besar bagi yang Bergegas dan Berjalan dengan Tenang
Orang yang pergi awal untuk shalat Jumat akan mendapatkan pahala yang lebih besar, layaknya orang yang berkurban unta, sapi, atau kambing, tergantung seberapa awal ia berangkat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا...
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi junub, kemudian berangkat di waktu pertama, maka seolah-olah dia berkurban dengan unta. Barangsiapa yang berangkat di waktu kedua, maka seolah-olah dia berkurban dengan sapi. Barangsiapa yang berangkat di waktu ketiga, maka seolah-olah dia berkurban dengan kambing..." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Penghapus Dosa
Siapa yang mandi dengan bersih, berangkat ke masjid, mendengarkan khutbah dengan khusyuk, dan menunaikan shalat Jumat, maka dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat sebelumnya akan diampuni.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّى مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian berangkat dan shalat sunnah semampunya, lalu diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat (Jumat) bersama imam, niscaya diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat sebelumnya, ditambah tiga hari." (HR. Muslim)

Amalan-Amalan Sunah di Hari Jumat

  • Mandi Jumat (Mandi Sunnah).

  • Memakai pakaian terbaik dan wewangian.

  • Memotong kuku, kumis, dan bersiwak.

  • Memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Memperbanyak doa, terutama di waktu mustajab.

  • Membaca Surah Al-Kahfi.

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat akan diberikan cahaya yang menerangi di antara dua Jumat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
"Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim)

Hari Jumat adalah hadiah dan kesempatan emas dari Allah SWT untuk membersihkan diri, meningkatkan ibadah, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan memahami dan mengamalkan sunnah-sunnahnya, kita dapat meraih keberkahan dan kemuliaan yang terkandung di dalamnya, serta memulai hari-hari berikutnya dengan energi spiritual yang baru. ( by. Jagatraya )

Posting Komentar

0 Komentar