Warnai Langit Kemerdekaan: Karang Taruna Gelar Lomba Layangan Adu dan Hias
Masih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Karang Taruna TUNAS JAYA Desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar menyelenggarakan acara yang spektakuler dan sarat akan nilai tradisi, yaitu "Lomba Layangan Adu & Layangan Hias". Acara yang mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menerbangkan Semangat Juang di Angkasa" ini berhasil menyedot perhatian warga dan menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu.
Kegiatan yang dipusatkan di Area persawahan Blok Kebon petey atau blok Bukaan pada Hari Sabtu, Tanggal 30 Agustus 2025, bukan sekadar perlombaan biasa. Ini adalah sebuah festival rakyat yang merangkum semangat gotong royong, kreativitas, dan kegembiraan dalam menyambut kemerdekaan bangsa.
Meriahnya Perlombaan di Udara
Lomba dibagi menjadi dua kategori utama yang masing-masing memiliki daya tariknya sendiri:
- Lomba Layangan AduKategori ini menjadi ajang ketangkasan dan strategi bagi para pesertanya, yang didominasi oleh remaja dan pemuda. Dengan menggunakan benang gelasan (benang yang dilumuri serpihan kaca halus), para peserta saling berusaha "memotong" benang lawan hingga layangannya terlepas dan melayang bebas. Sorak sorai penonton membahana setiap kali sebuah layangan berhasil mengudara atau justru terpotong dan menjadi "layangan puput". Semangat sportivitas dan keceriaan terpancar jelas di wajah setiap peserta.
- Lomba Layangan HiasJika lomba adu mengandalkan skill, lomba hias adalah ajang apresiasi seni dan kreativitas. Puluhan layangan dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna menghiasi langit. Tidak hanya bentuk tradisional, banyak peserta yang berinovasi dengan bentuk burung, pesawat, hingga karakter superhero. Penilaian dilakukan berdasarkan keindahan desain, kerumitan karya, kombinasi warna, dan keserasian saat diterbangkan.
Dampak Positif bagi Generasi Muda dan Warga
Perwakilan dari Karang Taruna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki banyak tujuan mulia dan positif sebagai ajang silaturahmi bersama semua masyarakat yang ada diwilayah sekitar dan dapat mendorong persatuan masyarakat.
"Ini adalah cara kami untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai tergerus zaman. Selain itu, lomba layangan adalah media yang tepat untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh gadget dan mengajak mereka beraktivitas sehat di luar ruangan," ujarnya.
Kegiatan ini juga berhasil:
Mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai RT dan RW.
Mendorong kreativitas anak muda dalam mendesain dan membuat layangan.
Menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang nilai-nilai perjuangan, bahwa seperti layangan yang harus berjuang melawan angin untuk terbang tinggi, bangsa Indonesia juga berjuang untuk meraih kemerdekaan.
Menciptakan kegembiraan dan memupuk semangat kebangsaan dalam suasana yang riang dan penuh kekeluargaan.
Semangat yang Terbang Bersama Layangan
Acara puncak ditandai dengan penerbangan bersama sebuah layangan raksasa berbentuk Burung Garuda oleh pengurus Karang Taruna dan perwakilan pemuda, disusul dengan ratusan layangan lainnya dari seluruh peserta. Pemandangan ini menggambarkan semangat persatuan dan kebersamaan untuk Indonesia.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan masih membara di hati kita semua. Tahun depan, insya Allah, kita adakan lagi dengan skala yang lebih besar!" penuh semangat.
Kegiatan ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan makan bersama. Langit yang semula biru pun menjadi semakin cerah dengan hiasan layangan-layangan berwarna-warni, membawa harapan baru dan semangat juang untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. ( by. Jagatraya )
0 Komentar