JAGATRAYA

https://www.instagram.com/ahmadnurshodik/?hl=en

JAGATRAYA

Hakikat dan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

 

Hakikat dan Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

Oleh : Ahmad Nur Shodik, S.H.I

Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadhan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menyimpan banyak rahasia dan kemuliaan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang tanda-tanda datangnya malam istimewa tersebut serta keutamaan-keutamaan yang ada di dalamnya. 

Lailatul Qadar terdiri dari dua kata, yaitu Lailah yang berarti malam, dan al-Qadar yang memiliki beberapa makna. Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai arti Qadar ketika disandarkan pada malam ini. Ada yang mengartikannya sebagai kemuliaan, ada pula yang memaknainya sebagai ketetapan dan hukum .

Ibnu Qudamah berpendapat bahwa malam Qadar adalah malam yang mulia, diberkati, diagungkan, dan memiliki banyak kelebihan . Sementara itu, Ibnu Jauzi mengemukakan lima pendapat tentang penamaan malam Qadar, di antaranya karena keagungannya, karena bumi menjadi sempit dengan banyaknya malaikat yang turun, dan karena pada malam tersebut segala urusan ditentukan oleh Allah SWT .

Kemuliaan Lailatul Qadar dijelaskan secara gamblang oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 1-5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." 

Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan Lailatul Qadar sangatlah agung. Ibrahim an-Nakha'i menafsirkan bahwa beramal pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada beramal selama seribu bulan atau setara dengan delapan puluh tahun empat bulan . Beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar antara lain :

  1. Malam diturunkannya Al-Qur'an yang mulia

  2. Lebih baik dari seribu bulan

  3. Turunnya malaikat dan Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan

  4. Malam yang penuh kesejahteraan hingga terbit fajar

  5. Diampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi yang menghidupkannya dengan iman dan mengharap ridha Allah

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Meskipun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT, terdapat beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini bersumber dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan pengalaman para sahabat serta ulama salaf.

1. Terjadi pada Sepuluh Malam Terakhir di Bulan Ramadhan

Tanda yang paling utama adalah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjil. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Carilah Lailatulqadar pada malam terakhir yang ganjil di bulan Ramadan." (HR. al-Bukhari no. 2017) 

Malam ganjil yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 . Para ulama sepakat bahwa malam istimewa ini berada di sepuluh hari terakhir, namun sebagian besar meyakini bahwa kemungkinan terbesarnya adalah pada malam ke-27 .

2. Suasana Malam yang Tenang dan Nyaman

Tanda lainnya adalah suasana malam yang tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dalam sebuah hadits riwayat Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi disebutkan:

"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi) 

Ubadah bin al-Shomit RA juga menggambarkan bahwa malam tersebut bersih dan terang, seolah-olah bulan menerangi, tenang, dan nyaman .

3. Matahari Terbit dengan Kondisi Khas

Tanda yang paling dikenal adalah kondisi matahari saat terbit di pagi harinya. Rasulullah SAW bersabda:

"Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Muslim no. 762) 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa matahari terbit tidak dalam keadaan terik dan panas, serta sinarnya melemah . Ibnu Mas'ud berkata, "Sesungguhnya matahari keluar setiap hari antara dua tanduk syaitan, kecuali pagi malam qadar." 

4. Tidak Hujan dan Tidak Panas

KH Abdul Muiz Ali, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, menjelaskan bahwa salah satu tanda Lailatul Qadar adalah tidak dalam keadaan hujan dan tidak panas. Pada malam tersebut, seseorang akan merasakan ketenangan untuk beribadah .

5. Air Laut Menjadi Tawar

Tanda unik lainnya disebutkan dalam riwayat Al-Baihaqi dari Abdah bin Abi Lubabah bahwa air laut yang asin dapat menjadi tawar pada malam Lailatul Qadar. Beliau berkata, "Aku telah merasa air laut pada malam ke-27 Ramadan, maka rasanya tawar." 

Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar

Allah SWT sengaja merahasiakan waktu pasti Lailatul Qadar agar umat Islam senantiasa bersungguh-sungguh dalam beribadah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Syaikh Abdul Hamid menyatakan bahwa hikmah dari tersembunyinya malam ini adalah supaya umat Islam senantiasa mengagungkan dan bersungguh-sungguh dalam beramal .

Para ulama juga bersepakat bahwa dianjurkan bagi siapa yang melihat atau merasakan datangnya malam Qadar untuk menyembunyikannya. Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hal ini merupakan kemuliaan yang tidak boleh diwar-warkan karena dikhawatirkan akan menimbulkan riya' atau hasad dari orang lain .

Amalan-Amalan di Malam Lailatul Qadar

Untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar, para ulama menganjurkan beberapa amalan yang dapat dilakukan:

1. Shalat Malam (Tahajjud)

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang bangun menegakkan shalat malam di Malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim) .

2. Memperbanyak Doa

Doa yang paling dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 

3. Membaca Al-Qur'an

Imam an-Nukha'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tiga malam di bulan Ramadhan. Ketika memasuki sepuluh hari terakhir, beliau meningkatkannya menjadi setiap dua malam sekali .

4. Bersedekah

Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan." (HR Tirmidzi) . Sedekah pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang berlipat ganda.

5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Pada malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar, memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.

6. I'tikaf di Masjid

Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Aisyah RA meriwayatkan, "Nabi SAW apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (bersungguh-sungguh dalam beribadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya." 

Malam Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini memiliki tanda-tanda khusus yang dapat diamati, seperti suasana yang tenang, tidak terlalu panas atau dingin, serta matahari terbit dengan sinar yang redup keesokan harinya. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah, bukan semata-mata mencari tanda-tandanya. Marilah kita optimis untuk dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa dan istighfar, serta mengharap ampunan dari Allah SWT. - Jagatraya

Posting Komentar

0 Komentar