Sejarah
Hikmah dan Keutamaan Nuzulul Quran
Momentum Nuzulul Quran
di bulan Ramadhan ini sebaiknya menjadi penggerak bagi kita untuk terus
meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Mari jadikan Al-Qur'an sebagai dustur al-hayah (konstitusi
kehidupan) agar kita mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan
akhirat. Bulan Ramadhan adalah bulan yang
penuh berkah dan kemuliaan. Di antara sekian banyak keistimewaan yang ada di
dalamnya, terdapat satu peristiwa bersejarah yang sangat fundamental bagi umat
Islam, yaitu Nuzulul Quran. Peristiwa ini menandai turunnya wahyu pertama
Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi awal dari diturunkannya kitab
suci Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Memahami sejarah dan
memaknai peristiwa ini menjadi penting untuk meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kita .
Secara bahasa, Nuzulul Quran berasal
dari dua kata: nuzul yang
berarti turun, dan Al-Quran yang
merupakan kitab suci umat Islam. Namun, secara istilah, Nuzulul Quran tidak
diartikan sebagai turunnya fisik Al-Qur'an dari tempat yang tinggi ke tempat
yang rendah. Para ulama, seperti Jalaluddin al-Suyuthi, memaknai Nuzulul Quran
secara majazi (simbolik), yaitu proses penyampaian wahyu dari Allah SWT kepada
Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril .
Dengan kata
lain, Nuzulul Quran adalah momen ketika alam gaib (Allah) berkomunikasi dengan
alam nyata (manusia) melalui risalah yang dibawa oleh Jibril kepada Nabi
Muhammad. Peristiwa ini juga sekaligus menandai pengangkatan Nabi Muhammad
sebagai rasul terakhir .
Peristiwa Nuzulul Quran
terjadi pada tanggal 17
Ramadhan, tahun 610 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW yang
berusia 40 tahun tengah ber-khalwat (menyendiri) untuk beribadah dan
merenungkan kebobrokan masyarakat Quraisy di Gua Hira, sebuah gua
yang terletak di Jabal Nur, sekitar 3 mil dari Kota Makkah .
Di dalam gua
itulah, Malaikat Jibril datang dan memerintahkan Nabi untuk membaca (Iqra'). Nabi Muhammad
yang tidak bisa membaca dan menulis menjawab, "Aku tidak bisa
membaca." Perintah dan jawaban ini terjadi hingga tiga kali, dan Jibril
memeluk Nabi setiap kali beliau menjawab. Akhirnya, Jibril mewahyukan lima ayat
pertama dari Surah
Al-Alaq :
اقْرَأْ
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ
وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا
لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
1.
"Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu yang menciptakan,
2.
Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah.
3.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia,
4.
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
5.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5) .
Sekembalinya
dari Gua Hira, Nabi Muhammad SAW merasa ketakutan dan meminta istrinya, Siti
Khadijah, untuk menyelimutinya. Khadijah kemudian membawa suaminya kepada
sepupunya, Waraqah
bin Naufal, seorang yang berilmu dan beragama Nasrani yang
mengetahui kitab-kitab suci terdahulu. Waraqah membenarkan bahwa apa yang
dialami Nabi adalah Namus (malaikat)
yang pernah turun kepada Nabi Musa AS, dan ia meyakini bahwa Muhammad adalah
nabi yang diutus untuk kaumnya .
Setelah
wahyu pertama ini, turunnya Al-Qur'an berlanjut secara bertahap, tidak
sekaligus. Ayat-ayat Al-Qur'an terus diturunkan selama kurang lebih 23 tahun,
menyesuaikan dengan berbagai peristiwa dan kebutuhan umat pada masa itu, hingga
akhir hayat Rasulullah SAW .
Para ulama, seperti
Syekh Manna al-Qaththan, berpendapat bahwa Al-Qur'an diturunkan melalui dua
tahap utama :
1.
Turun Sekaligus
(Inzal): Al-Qur'an diturunkan secara utuh dari Lauh Mahfuzh ke
Baitul 'Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar. Hal ini diisyaratkan
dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 dan QS. Al-Qadr ayat 1.
2.
Turun Bertahap
(Tanzil): Al-Qur'an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi
Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Proses bertahap ini
bertujuan untuk menguatkan hati Nabi, memudahkan umat dalam menghafal dan
memahami, serta menjawab tantangan yang muncul di tengah masyarakat .
Peristiwa Nuzulul Quran
bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi mengandung hikmah mendalam yang
relevan bagi kehidupan umat Islam sepanjang masa :
1.
Petunjuk Hidup yang
Sempurna: Al-Qur'an diturunkan sebagai hudan lin-nas (petunjuk
bagi manusia). Ia berfungsi sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, mengatur
hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia
(hablumminannas) .
2.
Mengokohkan Tauhid: Al-Qur'an
menegaskan prinsip keesaan Allah SWT dan melarang segala bentuk kemusyrikan,
yang menjadi fondasi utama ajaran Islam .
3.
Pembentukan Akhlak
Mulia: Tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad adalah untuk
menyempurnakan akhlak. Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai luhur seperti
kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang .
4.
Mukjizat Abadi: Al-Qur'an adalah
mukjizat terbesar Nabi Muhammad yang berlaku hingga akhir zaman. Allah SWT
sendiri yang menjamin kemurnian dan kebenarannya, sehingga ia tetap terjaga dan
relevan untuk menjawab tantangan di setiap masa .
5.
Malam yang Lebih Baik
dari Seribu Bulan: Proses awal turunnya Al-Qur'an terjadi pada malam Lailatul
Qadar, yaitu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Ini adalah
kesempatan emas bagi umat Islam untuk melipatgandakan ibadah dan meraih ampunan .
Memperingati malam
Nuzulul Quran (biasanya pada malam 17 Ramadhan) dapat diisi dengan berbagai
amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT :
1.
Memperbanyak Membaca
(Tadarus) Al-Qur'an: Ini adalah amalan yang paling utama. Bulan Ramadan
adalah Syahrul Qur'an (bulan
Al-Qur'an), sehingga memperbanyak interaksi dengan kitab suci sangat dianjurkan .
2.
Mentadaburi Al-Qur'an: Tidak hanya
membaca, tetapi juga merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca serta
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari .
3.
Mendirikan Shalat
Malam: Shalat malam, seperti shalat tarawih, tahajud, atau hajat,
adalah ibadah yang sangat mulia dan menjadi tanda kemuliaan seorang mukmin .
4.
I'tikaf di Masjid: Berdiam diri di
masjid untuk fokus beribadah, berdzikir, dan merenung, sebagai upaya meraih
keberkahan malam istimewa ini .
5.
Memperbanyak Dzikir dan
Doa: Mengisi
malam dengan dzikir, istighfar, dan memanjatkan doa memohon ampunan serta
kebaikan dunia akhirat .
Nuzulul Quran adalah
peristiwa agung yang menjadi tonggak awal turunnya wahyu Allah, mengubah
peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam. Peristiwa ini
mengingatkan kita bahwa Al-Qur'an adalah pedoman hidup yang harus senantiasa
dibaca, dipelajari, direnungkan, dan diamalkan. ( By. Qonita R Sidqi )
0 Komentar